Selasa, Juni 9

OPINI: ‘Stop Toxic Productivity’

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Penulis           : Yesa Maulidia

Mahasiswa     : Universitas Bengkulu

Kelas               : B/Jurnalistik

 

PADA era saat ini, kebanyakan orang terlalu overworking atau bekerja terlalu keras. Banyak orang tanpa disadar mengabaikan kesehatannya dengan terus bekerja di waktu istirahat.

Kondisi dimana seseorang ‘kecanduan’ bekerja dan lupa istirahat, ditambah hiruk pikuk aktivitas setiap hari, nantinya akan menjadi produktivitas beracun.

Menurut Smith 2020 ‘Toxic Produktifitiy itu adalah terus menerus berbuat sesuatu untuk mengembangkan diri dan merasa bersalah kalau tidak melakukan banyak hal’.

Baca Juga:   Lindungi Tenaga Kerja, Pemkab Muba Lakukan Ini

Seseorang yang merasa tidak pernah puas akan pekerjaan yang dilakukannya dan merasa bersalah jika tidak melakukan apapun, telah masuk dalam pola pikir berbahaya. Orang tersebut akan mulai merasakan kelelahan, pekerjaan justru akan lalai atau tidak maksimal, dan mental pastinya akan ikut terpengaruh. Namun, terkadang kondisi ini tidak disadari.

Kita sering melihat konten atau postingan di sosial media, yang menulis a day in my life yang di edit secara estetik atau jadwal kegiatan pada setiap harinya yang padat, seperti bekerja dari pagi sampai malam dan malamnya dilanjutkan dengan kegiatan yang lainya sampai larut malam. Tidak ada waktu istirahat yang cukup bagi.

Baca Juga:   Ratu Dewa dan ASN Palembang Bersepeda Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Pasar Ghubah Palembang

Padatnya aktivitas ini dan dicurahkan ke sosial media, kemudian bisa saja menjadi inspirasi atau motivasi bagi orang lain. Tulisan itu bisa membuat seseorang kemudian percaya, jika bekerja tak ada henti dari pagi sampai larut malam, tanpa istirahat menjadi hari yang produktif dan target dengan cepat tercapai.

Tampaknya hidup dengan pola ini memang sangat sempurna. Tapi, jika dilihat dan dipelajari lagi lebih dalam, over produktif, pada waktunya akan membuat orang tersebut merasa lelah, jenuh, stress, dan banyak tekanan lain yang akan diterima.

Baca Juga:   HD Minta Kabupaten/kota Tekan ‘Losses’ Padi

Jadi, teruslah tumbuh dan berkembang, dan produktif. Tapi tidak mengabaikan istirahat dan kesehatan. Hanya dalam stamina prima dan sehat, hidup bisa lebih produktif dan target pekerjaan bisa tercapai. (**)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply