Kamis, Februari 22

Bukan Eks Pelatih Timnas Semata, Berikut Alasan Kuat Manajer Sriwijaya FC Pilih Nil Maizar

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Palembang, Akselnews.com – Bergabungnya Pelatih Nil Maizar ke Sriwijaya FC, tak bisa dipungkiri tidak lepas dari andil Manajer anyar Laskar Wong Kito Muhammad Fadli.

Padahal, sebelumnya seperti diketahui, Nil Maizar bukan menjadi satu-satunya pelatih yang tertarik melatih di Laskar Wong Kito. Banyak pelatih dari Liga 1 dan 2 yang juga telah melayangkan lamarannya.

Terus apa yang membuat Fadli begitu ingin memboyong Nil Maizar untuk menjadi juru taktik di Sriwijaya FC mengarungi Liga 2 musim ini.

“Ada beberapa alasan atau pertimbangan, kenapa saya dan teman-teman lain memilih Nil Maizar,” ucapnya.

Pertama, Nil Maizar punya mental juara. Sriwijaya FC butuh pelatih yang siap bertarung dan bermental juara. Apalagi, target tim musim ini sangat jelas, kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Baca Juga:   Sriwijaya FC Ambil Sikap Tak Akan Ikuti Usulan Soal KLB

“Nil Maizar pernah membawa Semen Padang juara IPL. Coach Nil punya mental juara,” ucapnya.

Kedua, Nil Maizar punya pengalaman, sehingga telah menghadapi berbagai situasi. Sriwijaya FC butuh sosok pelatih dengan kriteria itu.

Seperti diketahui, Nil Maizar pernah melatih Persela Lamongan, Semen Padang, PS Tira, dan Putra Samarinda.

Ketiga, Nil Maizar pernah membela Timnas Indonesia. Turnamen pertama Nil sebagai pelatih timnas adalah Piala Internasional Palestina 2012 pada Mei 2012. Indonesia tergabung dalam grup B bersama Mauritania dan Kurdistan, dan PSSI menggelar pemusatan latihan pada akhir April.

Nil terpaksa meninggalkan pelatnas di Yogyakarta untuk mengikuti kursus kepelatihan yang digelar oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman dari 23 April sampai 12 Mei di Koeln.

Baca Juga:   4 Pemain Andalan Sriwijaya FC Terancam Absen Lawan PSPS Riau

Pelatnas diserahkan kepada asistennya Oliveira, dan Nil sendiri baru bisa menyusul timnas ke Palestina pada 12 Mei. Hasil yang diraih tim cukup baik, dimana Mauritania berhasil dikalahkan 2-0, tetapi tertahan imbang 1-1 oleh Kurdistan. Di semifinal, Indonesia dikalahkan tuan rumah Palestina 2-1.

Ia memimpin tim nasional langsung di Piala SCTV, meskipun takluk 2-0 dari Korea Utara pada 10 September 2012 di Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Saat konflik dualisme di internal PSSI, Nil tetap bersama tim yang ia persiapkan untuk Piala AFF 2012 di Malaysia. Usahanya untuk memanggil beberapa pemain kunci yang berlaga di Liga Super gagal karena adanya konflik.

Baca Juga:   Sriwijaya FC Lawan KS Tiga Naga dan PSMS Medan Maju dan Mundur

Alhasil, Nil hanya bisa membawa sederet pemain yang belum dikenal publik ke Malaysia. Notabene hanya Irfan Bachdim, Andik Vermansyah dan Bambang Pamungkas yang ada di tim tersebut.

Sisanya Nil memanggil beberapa pemain yang dinaturalisasi seperti Tony Cussel dan Jhonny van Beukering, serta Arthur Irawan yang bermain di Espanyol.

Indonesia hanya berhasil menduduki peringkat ketiga Grup B, setelah mengantongi empat poin dari tiga laga (menahan imbang Laos, mengalahkan Singapura tetapi ditaklukkan Malaysia), otomatis gagal melaju ke fase berikutnya. (end)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

1 Komentar

Leave A Reply