Senin, Februari 26

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Atalia Ridwan Kamil Tinjau Vaksinasi Pelajar di Indramayu

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Indramayu, Akselnews.com – Wakil Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil meninjau Gebyar Vaksinasi COVID-19 bagi pelajar di SMKN 1 dan SMAN 2 Indramayu, Rabu (1/9/2021).

Atalia mengatakan, gebyar vaksinasi tersebut merupakan persiapan menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan dilakukan mulai pekan depan.

“Kita sedang mempersiapkan anak didik untuk persiapan minggu depan menggelar pendidikan secara tatap muka,” katanya.

Di SMKN 1, vaksinasi menyasar 1.200 siswa kelas 1 sampai 3 termasuk para guru yang belum divaksin. Rata-rata siswa mendapat suntikan dosis pertama dan dosis kedua bagi sebagian siswa. Begitu juga di SMAN 2, vaksinasi diberikan kepada 700 siswa.

Baca Juga:   Menuju Indonesia Maju 2045, Ridwan Kamil Titip Pesan untuk Anak-anak Jabar

Saat penanganan COVID-19 terus membaik, Satgas Penanganan COVID-19 Jabar intens mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi untuk mengejar kekebalan kelompok atau herd immunity akhir 2021. Gebyar vaksinasi bagi pelajar sendiri bertujuan untuk melindungi siswa pada saat PTM.

“Kita ingin menciptakan herd immunity dengan cepat khususnya di sektor pendidikan agar pelajar terlindungi pada saat PTM,” kata Atalia.

Bersama Bupati Indramayu Nina Agustina, Atalia ingin memastikan vaksinasi bagi pelajar sudah dilakukan dengan maksimal. Ia pun mengapresiasi vaksinasi pelajar yang berlangsung kondusif, nyaman dan semua siswa mau divaksin.

Baca Juga:   Dua Hari Perjalanan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan Tiba di Palembang

“Saya ingin memastikan vaksinasi untuk pelajar sudah dilakukan maksimal dan saya apresiasi selama peninjauan semua berjalan lancar,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi menuturkan, pihaknya sudah meminta sekolah untuk menggelar PTM. Semua daerah di Jabar kini berada di level 3 dan 2, di mana sekolah sudah diperbolehkan menggelar PTM terbatas. Kendati demikian, pihaknya mempersilakan orang tua siswa yang masih khawatir untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Sekolah sudah kita wajibkan untuk menyediakan layanan baik PTM maupun PJJ. Sekarang kondisi daerah di Jabar ada di level 2 dan 3 maka kita putuskan pembelajaran tatap muka akan digelar pekan depan,” tuturnya.

Baca Juga:   Hadiri HUT PWI, Herman Deru Berharap Insan Pers Jaga Kehormatan Profesi

Dedi memastikan, PTM akan digelar secar terbatas dengan menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Jumlah siswa, waktu belajar hingga tata tertibnya akan diatur oleh pihak sekolah namun dengan pengawasan Satgas COVID-19 setempat.

“Kondisinya diatur oleh tiap sekolah karena judulnya kan PTM terbatas dengan AKB,” kata Dedi.

Apabila saat PTM ditemukan siswa atau guru terkonfiramasi positif COVID-19, maka PTM di sekolah wajib dihentikan sampai penanganan selesai.

“Kalau terjadi kasus maka PTM harus dihentikan sementara karena kita akan fokus dulu pada penanganan,” ucap Dedi. (rel)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply