Prabumulih, AkselNews.com – Baru-baru ini, Dompet Dhuafa Sumatera Selatan baru saja menyalurkan bantuan buat dua Mustahik yang berada di Kota Prabumulih.
Dua Mustahik itu adalah Yunta dan Dory, yang sama-sama merupakan tulang punggung keluarga yang berjuang keras untuk melawan keterbatasan ekonomi.
Hari-hari Dory semakin sulit, karena ia yang keseharian bekerja sebagai buruh bangunan, baru saja mengalami musibah kecelakaan.
Akibat kecelakaan tersebut tanganya terpaksa harus diamputasi. Tangan yang selama ini ia pergunakan untuk dapat menghidupi keluarganya. Dory pun juga selama ini tempat bergantung bagi ibunya yang tidak bisa melihat.
Sebuah cobaan yang tentunya sangat berat bagi siapapun, termasuk bagi Dory. Meski terlihat tegar, tentunya jauh dari lubuk hari Dory ia butuh uluran tangan dan kepedulian untuk dapat meringankan bebannya dan orangtuanya, sehingga mampu melewati masa-masa sulit ini.
Dompet Dhuafa Sumsel bersama DD Volunteer Prabumulih menyambangi Dory di Rumah Sakit Bunda Prabumulih, Kamis (21/4/2022), yang masih sedang dirawat sehabis operasi amputasi untuk memberikan bantuan pangan buat keluarganya, selama Dory dirawat.
Di tempat berbeda, Yunta yang juga merupakan tulang pungung keluarga, tinggal disepetak rumah kontrakan bersama seorang ibu yang sudah tua dan renta.
Kehidupan Yunta tidak kalah memprihatinkannya dengan Dory. Yunta kesehariannya, bekerja disanggar dan sebagai seorang pangkas rambut panggilan.
Dalam pekerjaannya, ia membutuhkan handphone sebagai media promosi. Padahal, bagi kebanyaan orang handphone adalah barang mewah, bahkan banyak anak-anak yang sudah handphone sendiri.
Tapi bagi Yunta, handphone tetap jadi alat komunikasi yang mahal dan tak sangup ia beli. Sejak satu bulan handphone miliknya rusak, Yunta tak sangup membeli yang baru sehingga dalam satu bulan terakhir nyaris tidak ada panggilan jasanya.
Dompet Dhuafa Sumsel hadir agar Yunta dapat kembali berpenghasilan. Pada Senin (18/4/2022), Dompet Dhuafa Sumsel memberikan bantuan yang diberikan berupa handphone baru untuk Yunta sebagai media promosi usaha dan jasa yang dikelola, kemudian bantuan paket sembako untuk keluarga Dory sebagai tambahan pangan selama Dory masih dirawat.
“Sahabat, kisah Yunta dan Dory hanyalah salah satu potret kehidupan yang mungkin di sana banyak yang senasib dengan Yunta dan Dory beserta keluarganya. Kita bisa bayangkan, suka duka perjuangan mereka dalam menjalani kehidupan dan program layanan mustahik ini menjadi kebahagia tersendiri bagi mereka, senangnya bukan main,” kata Umi Akoyama, Pelaksana Program Kantor Unit Layanan (KUL) Prabumulih, Dompet Dhuafa Sumsel. (lul)

