Pangkalpinang, AkselNews.com – Pemkot Pangkalpinang sangat konsent soal pengendalian inflasi sepanjang 2023. Kini di pekan pertama 2024, hal ini pun jadi perhatian serius.
Pada rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bahkan diikuti langsung Penjabat Walikota Pangkalpinang, Lusje Anneke Tabalujan bersama Forkopimda Pangkalpinang, yang digelar secara virtual, Rabu (3/1/2024).
Pada rapat ini, dikutif dari laman resmi Pemkot Pangkalpinang, diungkapkan Mendagri Tito Karnavian, membahas soal upaya stabilisasi bahan pangan. Lapangan pekerjaan dan masalah stabilitasi bahan pangan, masih menjadi isu utama.
Ditambah dengan fenomena internasional soal yang dialami sejumlah Negara soal pangan, membuat gejolak keamanan dan politik.
“Jangan bosan dalam penanganan inflasi karena ini menyangkut stabilisasi bahan pangan,” kata Tito.
Dia menyampaikan, tren pertumbuhan ekonomi dunia, Indonesia berada di angka yang aman yakni dengan PDB sebesar 4,94 persen. Indonesia rangking 50 dari 185 negara dunia untuk pertumbuhan PDB. Sementara di ASEAN, Indonesia peringkat 4 dari 11 negara.
Tito menambahkan, inflasi secara nasional per Desember 2023 berada di angka 2,61 persen. Sementara itu, Kota Pangkalpinang berada di 10 kota terendah angka inflasi, yakni sebesar 2,01 persen.
Sementara itu, untuk strategi yang dilakukan Pemkot Pangkalpinang dalam menekan inflasi dengan pemantauan (sidak) ketersediaan stok dan pergerakan kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar dan distributor.
Selain itu, TPID juga berkoordinasi dengan stakeholder untuk kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui operasi pasar atau pasar murah. Pemkot Pangkalpinang juga memperkuat program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan melalui program kelurahan tanggap inflasi yaitu Kelurahan Sinar Bulan Kecamatan Bukit Intan dan Kelurahan Bukit Besar Kecamatan Girimaya.
Demi kelancaran distribusi bahan pokok, Pemkot juga berkoordinasi dengan stekaholder di pelabuhan untuk angkutan barang agar berjalan lancar dan tidak ditemukan penimbunan barang kebutuhan pokok. (**)

