Minggu, Mei 3

Hari Lingkungan Hidup, Sekda Banyuasin Serukan Revolusi Plastik!”

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Banyuasin, AkselNews.com – Dalam momentum Peringatan Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Taman Kota Pangkalan Balai, Kamis (5/6), Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU, ASEAN Eng mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik dan mengolahnya menjadi barang bernilai guna.

“Kami telah meminta kepada Kadis DLH untuk menciptakan inkubator atau inovasi dari pegawai DLH agar bisa mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna. Contohnya, sampah organik bisa dijadikan pupuk, dan sampah anorganik bisa diolah jadi pakaian. Baju yang saya pakai hari ini 45% terbuat dari sampah plastik,” ungkap Erwin di hadapan peserta acara.

Baca Juga:   Hari Otonomi Daerah 2024: Pj Bupati Banyuasin Hani Syopiar Rustam Tekankan Ini

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan pesan dari Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, bahwa saat ini bumi tengah menghadapi tiga krisis global: perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, serta penipisan sumber daya alam dan polusi.

“Tiga krisis global ini berdampak negatif pada kehidupan kita. Maka dari itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik secara nyata,” katanya.

Baca Juga:   Sanggar Sedulang Setudung Tampilkan Kesenian Banyuasin di Festival Sriwijaya 2024

Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) turut memperkuat urgensi tersebut. Pada tahun 2023, Indonesia menghasilkan 56,63 juta ton sampah, di mana 10,8 juta ton di antaranya adalah sampah plastik, dengan tingkat pengelolaan baru mencapai 39%.

“Jika tidak ada langkah besar untuk membatasinya, diperkirakan pada tahun 2050 jumlah sampah plastik akan mencapai 50% dari total sampah di Indonesia,” lanjutnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuasin, Dr. Zazili Mustofa, S.E., M.Si., dalam laporannya juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, instansi, dunia usaha, dan generasi muda untuk ikut mengurangi polusi plastik. Mulailah dari hal kecil seperti tidak memakai sedotan plastik, membawa tumbler, dan memilih barang yang dapat didaur ulang,” ujarnya.

Baca Juga:   Ombudsman RI Tegaskan Pentingnya Kualitas Pelayanan Publik

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah membentuk bank sampah sebagai solusi strategis untuk mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomi, sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat luas. (Arie id)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply