Palembang, AkselNews.com – Sriwijaya FC telah merampungkan persiapannya melawan PSMS Medan di Stadion Kaharuddin Pekanbaru Riau, Selasa (30/11/2021).
Di laga terakhir yang tidak menentukan lagi, karena kedua tim telah lolos ke babak 8 besar Liga 2, harusnya bisa jadi panggung bagi rekrutan anyar Laskar Wong Kito.
Ketiga pemain itu adalah gelandang naturalisasi Khairallah Abdelkhbir, striker Arianto dan Arody Uopdana. Performa Ketiga pemain ini belakangan jadi sorotan pecinta Sriwijaya FC.
Tapi terkhusus buat Arody dianggap punya progress, mengingat ia masih muda dan memang baru mendapatkan kesempatan untuk turun. Arianto juga baru turun sekali.
Tapi, untuk Abdel mulai jadi sorotan, karena memang selama ini dua kunci pemain Sriwijaya FC di depan masih mengandalkan Nur Iskandar dan Dedi Hartono. Saat kedua pemain absen atau salah satu tidak main, lini depan terasa sekali kehilangan sentuhan terbaiknya.
Tapi tentunya, tak ada yang salah mengingat Sriwijaya FC memang butuh gelandang pengatur serangan. Pelatih Kepala Sriwijaya FC Nilmaizar pun sebelumnya menyampaikan, jika pembelian pemain gelombang kedua atau saat putaran kedua babak penyisihan telah sesuai dengan kebutuhan tim.
“Kalau tidak sesuai ekspektasi dengan kondisi yang ada, itu masalah lain. Karena tidak bisa membeli pemain dan melihat dari pertandingan, satu, dua, tiga tidak bisa,” ucapnya.
Pembelian pemain harusnya diawal, minimal enam bulan sebelum liga bergulir. Pemain butuh adaptasi dan bermain kompak sehingga bisa menampilkan permainan terbaiknya.
“Tapi ini pembelian tiba-tiba, kita butuh pemain dengan posisi tertentu. Waktunya pun mepet,” ucapnya.
Jajaran pelatih percaya, pemain yang ada bisa memberikan yang terbaik. Pemain pun sejauh ini terus menunjukkan progress yang sangat baik. Permainan pun jauh lebih kompak dari sebelumnya.

