Palembang, AkselNews.com – Batu nisan kuno yang ditemukan pada Senin malam (17/1/2022), ditempatkan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2.
Batu nisan kuno itu seperti diketahui, ditemukan pekerja PT Waskita saat melakukan penggalian untuk proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Komplek Pertokoan Tengkuruk Permai Blok C, 17 Ilir, Palembang.
Tim Arkeolog Sumsel Sigit Eko Prasetyo, berpendapat, sebaiknya harus ada ahli pembaca ensrkripsi tulisan kuno apakah ini tulisan Arab Melayu atau Jawi Melayu, yang berada pada empat nisan kuno itu.
“Dilihat ini seperti Arab Melayu. Dari kasat mata temuan ini bahannya dari batu granit, struktur batu yg dibuat dengan nisan ini tidak ada di Palembang, bahan bakunya dari daerah lain,” katanya, Selasa (18/1/2022).
Jika melihat ukir-ukiran pada batu nisan, memang khas Palembang dan lazim ditemukan di Palembang. Dari ukiran itu ada bentuk segitiga (seperti tanjak), ini diukur bukan dicetak.
“Ukiran ini presisinya hampir sama, beda 0,5 cm ketepatan pengukurannya bagus, dari 4 nisan ditemukan bentuknya sama, 1 bentuknya agak lebar,” katanya.
Melihat dari bahan batu granit yang digunakan, bahan ini tidak lazim digunakan oleh masyarakat biasa zaman dulu.
“Tapi belum bisa dipastikan ini kaum bangsawan atau priyai,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Balai Arkeologi Sumsel Wahyu Rizky Andhifani mengatakan, ia sempat membaca angka tahunnya yaitu 1322 jadi sekitar 1904 kisaran abad 19 atau 20.
“Yang pasti terbaca tahunnya 1322, hanya saja 3 lainnya itu masih agak ragu 1222 atau 1322 itu yang akan diperdalam lagi analisanya. Nanti akan dibedakan atau epigrafi dan nantinya akan terlihat jelas,” katanya. (yud)