Palembang, Akselnews.com – Meski beberapa nama pelatih telah dikantungi manajemen Sriwijaya FC, tak bisa dipungkiri jika Nil Maizar menjadi kandidat paling kuat.
Hal itu dibuktikan oleh beberapa hal yang menjadikan Nil Maizar punya kans besar untuk menggantikan peran dari Budiardjo Thalib yang dilepas.
Pertama, manajemen telah melakukan komunikasi dengan mantan pelatih Timnas Indonesia itu. Wakil Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin mengakui, jika komunikasi telah dilakukan tapi tinggal masalah harga.
“Jika harga sesuai tentu bisa, tapi kalau tidak cocok harga tidak ketemu. Jadi tinggal masalah harga,” ucap HZ.
Dengan sederet pengalaman Nil, seperti pernah membesut Semen Padang, Persela Lamongan, PS Tira, dan Putra Samarinda, tentu kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.
Pelatih asal kelahiran 2 Januari 1970 ini pun pernah melatih Timnas Indonesia. Itu membuktikan jika ia menjadi salah satu pelatih terbaik di Negara ini.
Kedua, Nil Maizar telah diterima dan telah ada dihati supporter. Ketua Sriwijaya Mania Sumsel (S-Man) Eddy Ismail, telah menyarankan dan mengusulkan Nil Maizar untuk menjadi arsitek Laskar Wong Kito.
“Dia (Nil Maizar) pelatin bagus, tegas dan disiplin. Soal strategi itu di lapangan sesuai lawan,” ucapnya.
Ketiga, Nil Maizar free transfer. Dia baru saja pamit atau berpisah dari Persela Lamongan. Tidak ada kesepakatan antara dirinya dan manajemen Persela Lamongan.
”Ya, saya memutuskan mundur, karena tidak ada kesepakatan dengan manajemen. Terima kasih banyak atas kerjasama dan dukungan selama ini,” ucap Nil.
Keempat, Nil Maizar juga tertarik menjadi pelatih Sriwijaya FC di Liga 2 musim ini. Itu dibuktikan dengan lamarannya pun telah masuk ke jajaran manajemen tim lewat agennya.
Nil pelatih berlabel Liga 1 yang tidak gengsi untuk dapat turun kasta melatih tim di Liga 2.
“Yah, ada beberapa pelatih salah satunya yang ditawakan agen adalah Nil Maizar,” ucap Manajer SFC Muhammad Fadli beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, manajemen belum mengambil keputusan. Manajemen tengah mengodok beberapa nama dan bakal membahasnya pada rapat dalam waktu dekat ini. (end)