Senin, Mei 18

Buruh Bawa Keranda Mayat ke Kantor Gubernur Sumsel, Tuntut Ini

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Palembang, AkselNews.com – Ratusan buruh geruduk Kantor Gubernur Sumsel , Senin (26/11/2023). Pendemontrasi menyampaikan kekecewaanya terkait Upah Minimum Provinsi Sumsel 2024 (UMP Sumsel) yang dinilai masih terbilang kecil.

Ratusan buruh ini menyampaikan jika kenaikan UMP Sumsel yang hanya 1,5 persen pada 2024 masih jauh dari harapan dan sangat kecil.

Ratusan buruh ini membawa keranda mayat sebagai bentuk kekecewaan dari kecilnya kenaikan UMP Sumsel. Keranda mayat, sebagai simbolis jika UMP Sumsel yang kecil dan harga kebutuhan pokok yang kian naik, membuat kaum buruh sengsara.

Baca Juga:   Sah, RSMH Palembang Rumah Sakit Pengampu Regional Wilayah Sumbagsel

“Kami menolak UMP tahun 2024 ini yang masih terlalu rendah,” ucap koordinator aksi Ramlianto dalam orasinya di depan pagar kantor Gubernur Sumsel, Senin (26/11/2023).

Bahkan Ketua DPC Federasi Serikat Buruh Niaga Informatika Keuangan Perbankan dan Aneka Industri (FSB Nikeuba),membandingkan besaran kenaikan UMP Sumsel 2024 yang senilai Rp52 ribu tak sebanding dengan kenaikan gaji ASN senilai 8 persen.

Baca Juga:   Soal Kerjasama Perhiptani Bersama PT. Malaka dan Changfa Dalam Peningkatan Produksi Pangan, Gubernur Sumsel Sampaikan Ini

Oleh karenanya, para buruh yang berdemonstrasi tersebut menuntut kenaikan UMP Sumsel tahun 2024 menyentuh angka 15 persen.

Sedangkan Asisten III Pemprov Sumsel, Kurniawan, mengaku akan menyampaikan tuntutan buruh tersebut kepada Pj Gubernur.

“Aspirasi buruh ini akan kami sampaikan ke pimpinan, kami usahakan sebelum tanggal 30 (rapat) bersama dengan Pj Gubernur,” ungkapnya. (nto)

Baca Juga:   Jambore Kader Kesehatan Sumsel: Kader Kembali Diasah Tangani Kasus Henti Napas, Gubernur Sumsel Pesan Ini
Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply