Ogan Ilir, AkselNews.com – Para pelaku bisnis perlu menerapkan strategi yang tepat untuk mempertahankan bisnisnya di era digital. Salah satu bentuk strategi yang dapat diterapkan perusahaan ialah dengan melakukan berbagai inovasi.
Salah satunya dengan cara menggunakan influencer dalam kegiatan pemasaran. Untuk mengoptimalkan keberhasilan pengembangan bisnis dan lanskap digital marketing di dunia maya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama berbagai komunitas di Sumatera Selatan akan menggelar webinar literasi digital di Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (27/2) siang, mulai pukul 14.00 WIB.
Ikut bergabung–antara lain dengan menggelar nobar–beberapa komunitas pemuda, yakni komunitas Literasi Sumsel, Cinta Literasi Sumsel, Peduli Literasi, Teras Pelajar Sriwijaya, dan komunitas pemuda Sumsel Books Party.
”Webinar lintas komunitas melalui aplikasi Zoom Meeting ini dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/registrasikomunitassumatera2702.
Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp1.000.000,- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Senin (26/2).
Diskusi virtual bertajuk ”Pentingnya Influencer Marketing dalam Pengembangan Bisnis” rencananya akan menghadirkan tiga narasumber.
Mereka adalah dosen Minda Muliana Sebayang, penyanyi sekaligus influencer Inta Oceannia Indra, musisi Rio Alief Radhanta, dan dipandu oleh moderator Fitta Mamita.
Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, era digital menjadikan literasi digital menjadi sangat penting. Apalagi, pengetahuan literasi digital juga banyak membahas strategi bisnis dan pemasaran digital.
Mulai dari keterampilan analitis, keahlian teknis, dan inovasi untuk menjangkau pasar hingga terlibat dengan pelanggan.
Kemenkominfo menambahkan, perdagangan melalui media digital mencakup penggunaan berbagai platform online, termasuk media sosial, email, situs web, dan aplikasi seluler.
Dengan literasi digital memungkinkan pemasar untuk memahami cara platform ini bekerja, bagaimana pengguna terlibat dengannya, dan bagaimana mengoptimalkan konten untuk setiap platform.
”Pemasaran yang melek digital dapat menganalisis data, membuat konten yang menarik, bekerja sama secara efektif, dan mengembangkan strategi dan teknik baru,” imbuh Kemenkominfo.
Program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) merupakan salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017.
”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.
Untuk diketahui, tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024.
Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
”Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” urai Kemenkominfo.
Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.
Mengutip survei yang dirilis APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, ada peningkatan 1,4 persen. Terhitung sejak 2018, penetrasi internet Indonesia mencapai 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” tulis Kemenkominfo.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (rel)

