Palembang, AkselNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga Sumatera Selatan untuk waspada cuaca ekstrem di musim penghujan.
Dikatakan Kepala BMKG Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Desindra Deddy Kurniawan, peringatan dini akan cuaca yang tidak bersahabat ini selalu di share oleh BMKG agar masyarakat waspada.
“Kita, BMKG menginformasikan peringatan dini potensi cuaca ekstrem ini sudah sejak 5-7 Januari 2022 kepada masyarakat Sumsel,” katanya.
Untuk besok, Jumat (7/1/2021), beberapa kabupaten/kota di Sumsel wajib tetap waspada akan cuaca ekstrem. Dari besok siang sampai sore hari, yakni di wilayah OKU, OKU Selatan, OKI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Muara Enim. Malam sampai dini hari di OKI, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, PALI, Muara Enim, OKU Timur, Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang.
Sementara pada hari ini, peringatan dini diberikan pada siang hingga sore hari di Muara Enim, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, OKI, Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam, dan Musi Rawas Utara. Malam sampai dini hari wilayah OKI, OKU Timur, Muara Enim, PALI, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, Banyuasin, Palembang, Prabumulih dan Musi Banyuasin.
Cuaca ekstrem yang terjadi di Sumsel disebabkan munculnya awan konvektif dengan penampakannya bergulung-gulung seperti bunga kol. Jika awan ini muncul dengan disertai petir, hujan lebat dan angin kencang maka berpotensi menimbulkan angin puting beliung.
Namun, warga juga tidak perlu khawatir karena tidak semua angin kencang berpotensi menimbulkan angin puting beliung, hanya dengan kecepatan berkisar 20-25 knot/jam yang patut diwaspadai.
“Warga diminta waspada jika melihat fenomena alam seperti ini, karena sudah masuk kategori berbahaya,” katanya.
Saat ini Sumsel sudah memasuki musim hujan dengan ditandai bertambahnya intensitas curah hujan, yang puncaknya terjadi pada Februari-Maret 2022.
Salah satu kejadian cuaca ekstrem pada 25 Desember 2021, yakni curah hujan mencapai 160 mm/24 jam, sehingga menyebabkan banjir di Kota Palembang.
“Ini sudah kategori ekstrem, karena curah hujan untuk satu bulan ditumpahkan dalam satu hari. Untuk itu, warga diminta waspada dengan terus mengupdate peringatan dini yang kami berikan,” katanya. (yud)

