Jumat, Desember 2

Akibat Tragedi Kanjuruhan, Laga Home Sriwijaya FC VS PSPS Riau Batal Digelar?

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Palembang, Akselnews.com – Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan korban meninggal dunia saat menyaksikan laga antara Arema FC VS Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/9/2022) malam.

Bisa saja berdampak pada kompetisi Liga 2, Pasalnya manajemen Sriwijaya FC belum bisa memastikan bahwa klub berjuluk Laskar Wong Kito akan melakoni laga home melawan PSPS Riau pada Sabtu (8/9/2022) mendatang.

Usai PT LIB selaku operator BRI Liga 1 menghentikan semua pertandingan untuk satu pekan ke depan.

“Untuk laga home nanti menjamu PSPS Riau, kita belum tahu apakah Liga 2 terkena dampaknya atas Tragedi Kanjuruhan Malang ini. Menurut saya ini tergantung PT LIB, PSSI, Pemerintah RI, dan FIFA bagaimana menyikapi masalah ini,” ungkap Faisal Mursyid selaku Sekretaris PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri), Minggu (2/10/2022).

Kendati begitu pia yang juga menjabat sebagai Plt Sekretaris Asprov PSSI Sumsel ini telah melakukan langkah antisipasi agar tak terjadi hal serupa.

Salah satunya pihaknya telah berkoordinasi dengan Kasat Intel Polrestabes Palembang dan koordinasi dengan security terkait evaluasi pertandingan home yang sudah 3 kali dilakoni Sriwijaya FC musim ini.

“Tadi pagi saya dihubungi Kasat Intel Polrestabes Palembang dan koordinasi dengan security Officer Syahril Musa, untuk koordinasi lebih lanjut mengantisipasi kejadian di Malang, Selama ini pelaksanaan evaluasi dilaksanakan di lapangan dan Mapolrestabes Palembang. Intinya kita tingkatkan lagi koordinasi dan evaluasi.

“Dalam beberapa hari ke depan ini akan dievaluasi agar kita semua semangat menonton bola bukan untuk rusuh. Tapi menikmati tontonan tim kita dalam kondisi menang, seri maupun kalah,”ungkapnya.

Faisal juga menyatakan turut berduka dengan adanya tragedi yang telah memakan setidaknya 130 orang korban jiwa.

“Saya sempat nonton ketika skor 2-2, terlihat stadion full. Korban sebanyak itu harus dievaluasi menyeluruh. Satu nyawa jatuh korban saja itu sangat berharga. Apalagi ini dikabarkan 127 orang, ini tragedi terbesar selama 20 tahun belangan di dunia sepakbola,”lanjutnya.

Sementara itu salah satu kelompok suporter Sriwijaya FC Singa Mania mengaku sangat berduka dengan tragedi ini, ia juga mengusulkan agar manajeman klub dan pihak keamanan merangkul para suporter dengan mewadahinya sejenis jambore.

“Supaya ini tidak terjadi di Palembang, usulan saya sering sering diadakan pertemuan antara suporter, manajeman dan pihak keamanan, sejenis jambore,” ujar Ketua Umum Singa Mania, Yayan Hariansyah.

Yayan juga menyayangkan tindakan polisi yang menyemprotkan gas air mata kearah tribun penonton. Akibatnya banyak korban yang berjatuhan baik tertindih, terinjak injak hingga mengalami sesak nafas.

Ia juga menduga tindakan represif ini merupakan pelangaran berat dan HAM dan menyarankan pihak terkait segera mengusut tuntas kasus ini.

“Kalau kita lihat di video yang beredar pihak keamanan tidak memakai protap FIFA dan PSSI. menurut kami Panpel, PSSI, keamanan perlu dievaluasi lagi,” ujarnya. (Nis)

 

Share.

Leave A Reply