Muara Telang, AkselNews.com – Kabupaten Banyuasin semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah penghasil gabah terbesar di Indonesia. Hal ini ditandai dengan digelarnya Panen Raya Padi IP 200 di Desa Upang Jaya, Kecamatan Muara Telang, yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, Sp.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati melakukan panen simbolis di lahan seluas satu hektar bersama Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pasca Panen (BRMP) Kementerian Pertanian, Dr. Zainal Abidin, SP., MP., serta unsur Forkopimda dan Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Irian Setiawan, SH., M.Si.
“Momentum ini penting karena Banyuasin telah memasuki Musim Tanam ke-3 (IP 300). Kita ingin terus meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat posisi Banyuasin sebagai lumbung pangan nasional,” ujar Netta Indian dalam sambutannya.
Netta mengungkapkan bahwa Banyuasin saat ini berada di peringkat ketiga secara nasional sebagai penghasil gabah, dan menargetkan luas tanam padi mencapai 238.543 hektar pada tahun 2025.
“Kita semua harus punya komitmen bersama agar target tanam tercapai. Dengan begitu, kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Irian Setiawan, turut memberikan semangat kepada para petani dan mengingatkan pentingnya menjaga koordinasi serta pemanfaatan bantuan pertanian secara tepat guna.
“Manfaatkan bantuan pertanian dan taati aturan. Jika ada kendala di lapangan, jangan ragu berkoordinasi dengan pihak terkait,” katanya.
Kepala BRMP Kementerian Pertanian, Dr. Zainal Abidin, turut memberikan apresiasi terhadap capaian Banyuasin dan berharap kabupaten ini terus menjadi contoh dalam pengembangan sektor pangan.
“Hampir dua puluh ribu hektar sudah panen tahun ini. Ini menunjukkan Banyuasin berada di posisi luar biasa dalam mendukung kedaulatan pangan nasional,” pujinya.
Panen Raya IP 200 ini merupakan bagian dari implementasi Program Prioritas Banyuasin, khususnya dalam meningkatkan perekonomian daerah berbasis pertanian melalui program Banyuasin Prima. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mendorong swasembada pangan.(Arie id)

