Jumat, April 17

Dinas Peternakan dan Perkebunan Banyuasin Sebut Vaksinasi Kunci Menekan Penyakit Ngorok pada Ternak

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Banyuasin, AkselNews.com – Dinas Peternakan dan Perkebunan Banyuasin (Dinkes Banyuasin) terbilang sukses mencegah penyakit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak beberapa waktu lalu. Bukan tanpa alasan tentunya, karena sampai sejauh ini tidak ada satu kasuspun.

Diungkapkan Dinkes Banyuasin, kini kasus penyakit ngorok (Septicaemia Epizootica/SE) sedang menjadi perhatian utama, dengan beberapa wilayah di Kabupaten Banyuasin terdampak.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Banyuasin, Edil Fitria, melalui Kabid Peternakan Disbunnak Banyuasin, Warsih, menyatakan pada Senin kemarin (6/5/2024), penyakit ngorok, yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida B:2, telah menyerang hewan ternak, khususnya sapi dan kerbau.

Baca Juga:   Polres Banyuasin Gencar Razia Malam, Bukti Serius Berantas Kejahatan Jalanan

Penyakit ini bersifat akut dan sangat fatal, dengan kasus terkonfirmasi di Kecamatan Talang Kelapa, Rambutan, dan Banyuasin III.

Warsih menjelaskan bahwa penyakit ini dapat menyebabkan kematian mendadak pada hewan ternak jika tidak segera ditangani. Selain disebabkan oleh bakteri, faktor perubahan cuaca juga berkontribusi terhadap penyebaran penyakit ini.

Namun, penyakit ngorok dapat diobati, dan vaksinasi menjadi langkah utama dalam pengendaliannya, disertai dengan pemberian pakan yang baik dan sanitasi kandang yang terjaga.

Baca Juga:   Sekda Banyuasin Buka Bimtek Membaca Nyaring: Literasi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

“Di Kecamatan Rambutan, sudah ada 13 ekor kerbau yang mati, di Kecamatan Banyuasin III ada 2 ekor, dan 1 ekor di Kecamatan Talang Kelapa,” ungkap Warsih.

“Penularan penyakit ngorok dapat terjadi melalui jual beli kerbau antar daerah, dimana kerbau yang terinfeksi bakteri kemudian dibawa masuk ke wilayah Banyuasin.”

Dalam upaya penanganan, Disbunnak Kabupaten Banyuasin telah turun langsung ke lokasi untuk memeriksa dan memberikan vaksinasi kepada kerbau yang menunjukkan gejala penyakit ngorok. Warsih menghimbau para peternak kerbau untuk berhati-hati dalam membeli hewan ternak dari luar daerah, memperhatikan kebersihan kandang dan pakan, serta melaporkan segera ke pihak terkait jika ditemukan gejala penyakit pada ternak mereka.

Baca Juga:   Ombudsman RI Tegaskan Pentingnya Kualitas Pelayanan Publik

Informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan para peternak di Kabupaten Banyuasin untuk mencegah penyebaran penyakit ngorok dan menjaga kesehatan ternak mereka. (Arie id)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply