Baturaja, AkselNews.com – Dinas Kominfo Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) siap ambil bagian dalam mendukung Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dalam melakukan pengawasan obat dan makanan di wilayah bumi sebimbing sekundang.
Kepala Dinas Kominfo OKU Priyatno Darmadi S.Sos MSi mengatakan, dukungan kominfo OKU berupa sosialisasi BPOM Palembang dan Dinas Kesehatan OKU di portal dan medsos Kominfo dan Pemkab OKU yang dikelola oleh Kominfo OKU.
“Kami siap mendukung, mungkin bisa mellaui sosialisasi seperti iklan layanan masyarakat, silahkan materi dan tema apa yang hendak kita sosialisasikan biar bisa kita buatkan Iklaj layanan masyatakatnya,” kata Priyatno saat mengikuti Audiensi BPOM Palembang bersama Wabup OKU Ir H Marjito Bachri diruang induk rumah dinas Bupati OKU pada Rabu (11/6/2025)
Gustini SKM.,M.Kes dan Aquirina Leonora S.Si, Apt. Turut hadir dalam kegiatan itu mendampingi wakil Bupati OKU Kepala Dinas Kesehatan OKU Dedi Wijaya SKM M.Kes, Kasat Pol PP Firmansyah, Kepala Dinas perindagkop UKM OKU Tommy dan kepala OPD Lainnya.
Kepala Balai Besar POM Palembang Yani Ardianti dalam audiensi tersebut meminta dukungan Pemkab OKU dalam pengawasan obat dan makanan di wilayah bumi sebimbing sekundang.
“Wilayah kerja kami ini di seluruh sumsel dengan personel sekitar 82 orang, untuk itu kami minta dukungan kepada Pemkab OKU dalam hal pengawasan obat dan makanan,” kata Yani.
Dalam pengawasan obat peredaran Obat Antibiotik yang dengan mudah didapat masyarakat tanpa resep dokter turut menjadi perhatian BPOM, untuk itu Yani meminta agar pemerintah bisa mengekuarkan Perda atau surat edaran agar bisa menekan dan mengendalikan masyarakat yang bisa mendapatkan obat antibiotik tanpa resep dokter.
BPOM Palembang juga telah melakukan pengawasan sarana prduksi dan distribusi farmasi hasilnya ditemukan masih ada 25% yang belum memenuhi standar ketentuan.
Termasuk melakukan pebgawasan Program MBG, BGN telah melakukan MOU dg BPOM dan telah turun kelapangan atau wilayah. BPOM Palembang juga meminta prioritas jejaring Laboratorium sehingga lebih mudah melakukan kegiatab pengawasan obat dan makanan.
“Laboratorium ini menjadi prioritas kami,” tandasnya.
Sementara itu Wakil Bupati OKU Ir H Marjit Bachri mengatakanPemkab OKU Siap Bersinergi dengan Balai Besar POM Palembang dalam hal pengawasan obat dan makanan, sinergi itu dapat dilakukan dengan OPD terkait seperti pengawasan Obat dengan Dinkes, pangan dan DKP dan OPD terkait lainnya.
“Harapan saya para OPD terkait bisa bersinergi denhan BPOM untuk melakukan pengawasan obat dan makanan, saya juga berharap hasil audiensi ini tidak hanya sekedar pertemuan tapi ada tindak lanjut atau action,” tukasnya.
TGustini SKM.,M.Kes dan Aquirina Leonora S.Si, Apt. Turut hadir dalam kegiatan itu mendampingi wakil Bupati OKU Kepala Dinas Kesehatan OKU Dedi Wijaya SKM M.Kes, Kasat Pol PP Firmansyah, Kepala Dinas perindagkop UKM OKU Tommy dan kepala OPD Lainnya. Kepala Balai Besar POM Palembang Yani Ardianti dalam audiensi tersebut meminta dukungan Pemkab OKU dalam pengawasan obat dan makanan di wilayah bumi sebimbing sekundang.
“Wilayah kerja kami ini di seluruh sumsel dengan personel sekitar 82 orang, untuk itu kami minta dukungan kepada Pemkab OKU dalam hal pengawasan obat dan makanan,” kata Yani.
Dalam pengawasan obat peredaran Obat Antibiotik yang dengan mudah didapat masyarakat tanpa resep dokter turut menjadi perhatian BPOM, untuk itu Yani meminta agar pemerintah bisa mengekuarkan Perda atau surat edaran agar bisa menekan dan mengendalikan masyarakat yang bisa mendapatkan obat antibiotik tanpa resep dokter.
BPOM Palembang juga telah melakukan pengawasan sarana prduksi dan distribusi farmasi hasilnya ditemukan masih ada 25% yang belum memenuhi standar ketentuan. Termasuk melakukan pebgawasan Program MBG, BGN telah melakukan MOU dg BPOM dan telah turun kelapangan atau wilayah. BPOM Palembang juga meminta prioritas jejaring Laboratorium sehingga lebih mudah melakukan kegiatab pengawasan obat dan makanan.
“Laboratorium ini menjadi prioritas kami,” tandasnya Sementara itu Wakil Bupati OKU Ir H Marjit Bachri mengatakanPemkab OKU Siap Bersinergi dengan Balai Besar POM Palembang dalam hal pengawasan obat dan makanan, sinergi itu dapat dilakukan dengan OPD terkait seperti pengawasan Obat dengan Dinkes, pangan dan DKP dan OPD terkait lainnya.
“Harapan saya para OPD terkait bisa bersinergi denhan BPOM untuk melakukan pengawasan obat dan makanan, saya juga berharap hasil audiensi ini tidak hanya sekedar pertemuan tapi ada tindak lanjut atau action,” tukasnya. (rel)

