Palembang, Akselnews.com – Dari pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Palembang menyetujui Raperda Kota Palembang tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022.
Hal tersebut diungkap dalam Rapat Paripurna ke-18 Masa Persidangan III Tahun 2021,
Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Penyampaian Raperda Kota Palembang dan Penyampaian Penambahan Program Pembentukan Perda tahun 2021 oleh DPRD Kota Palembang, Selasa (2/11/2021).
Setelah fraksi memaparkan pandangan umumnya soal APBD 2022 nanti sebesar Rp3,84 triliun dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,07 triliun, kemudian akan dibahas oleh komisi 1 hingga 4 DPRD Kota Palembang beserta OPD terkait.
Semua fraksi setuju dengan menberikan pendapat dan saran. Agar tercapainya sasaran jangka menengah untuk mewujudkan masyarakat mandiri maju dan adil. Dengan struktur perekonomian yang kokoh dan didukung oleh SDM yang kokoh.

Suasana Rapat Paripurna ke-18 Masa Persidangan III Tahun 2021.
Seperti di antaranya daerah mesti memilah agar belanja sekala prioritas dapat dilakukan secara efektif. Melalui instansi terkait harus lebih innovasi, mencari sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyosialisasikan kepada masyarakat untuk taat pajak dan lainnya.
Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, APBD 2022 ini dibahas oleh komisi-komisi dan Jumat depan akan ada jawaban dari walikota.
Dengan dibahasnya oleh dewan ini, agar dapat direalisasikan oleh pemkot untuk kepentingan dan pembangunan Palembang.
“APBD 2022 Rp3,84 triliun, diantaranya PAD Rp1,07 triliun. Kita tetap memprioritaskan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” katanya.
Ketua DPRD Kota Palembang Zainal Abidin mengatakan, meminta pemkot untuk tetap memprioritaskan program yang menjadi prioritas seperti kesehatan pendidikan infrastruktur.
Sembari melihat pendapatan 2022 yang sangat diharapkan dapat meningkat, dan harus ada ada strategi-strategi yang dilakukan.
“Peningkatan APBD harus tetap dilakukan dengan ada strategi dari potensi yang ada seperti perhotelan, restoran, event besar yang mana saat ini kapasitas sudah dibolehkan 75%, semoga 100% ke depan,” katanya. (rel/yud)

