Jakarta, AkselNews.com – Gempa hebat yang menguncang Turki menyebabkan ribuan korban jiwa dan kerusakan yang sangat parah. Pasca gempa Turki, PPPA Daarul Qur’an melakukan siaran langsung dari lokasi terdampak gempa Turki pada Kamis (9/2/2023) siang pukul 14.30 WIB atau 11.30 waktu Turki.
Relawan PPPA Daarul Qur’an Muhammad Taufiq, memandu laporan di lapangan. Taufiq merupakan salah satu warga negara Indonesia dan alumni Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an yang sedang menuntut ilmu di Turki.
Dalam laporan yang ditayangkan secara virtual melalui Zoom, YouTube dengan Channel PPPA DAQU dan Instagram, mengambarkan reruntuhan.
“Jumlah korban jiwa terus melonjak dan diprediksi terus bertambah, karena banyak warga yang dikabarkan masih berada di reruntuhan,” kata mahasiswa Marmara Üniversitesi tersebut, dalam rilis yang diterima AkselNews.com dari Media Komunikasi PPPA Daarul Qur’an.
Ia kemudian mengundang salah seorang rekannya bernama Khalifa Muhammad Kanneh. Khalifa adalah warga negara Liberia dan berstatus sebagai mahasiswa di Gaziantep Üniversitesi.
Khalifa kemudian bercerita tentang kondisi terkini di Kota Gaziantep, Turki. Ia juga menampilkan beberapa sudut kota yang hancur akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 tersebut.
Gaziantep adalah salah satu daerah yang terdampak gempa bumi Senin, (9/2/2022). Sejumlah warga sudah meninggalkan kota tersebut. Meski begitu, banyak penerbangan di Turki khususnya Istanbul yang mengalami pembatalan karena cuaca dingin ekstrim.
“Khalifa juga tadi menjelaskan bahwa para pengungsi saat ini sedang mengungsi di beberapa tempat, jadi di sana tempat-tempat umum digunakan untuk para pengungsi, seperti kampus, sarana olahraga dan masjid,” ujar Taufiq menerjemahkan penjelasan Khalifa.
Khalifa sendiri untuk sementara mengungsi di masjid bersama teman-teman dan warga. Sebab dalam tiga hari terakhir masih terasa gempa susulan dengan intensitan sedang. Di sela-sela laporannya, Khalifa berjumpa dengan anak-anak pengungsi.
Taufik kemudian menjelaskan kebutuhan mendesak para pengungsi. Beberapa di antaranya adalah makanan, air minum, selimut, tikar, pakaian musim dingin, tenda, genset, alat kebersihan, perlengkapan bayi hingga kompor darurat.
Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan warga Turki dan Suriah yang terdampak gempa. Taufik juga berharap agar kondisi segera pulih dan aktivitas dapat berjalan seperti semula. (zal)

