Palembang, AkselNews.com – Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa yang dijalankan PT Bumi Persada Permai (PT BPP) melalui pengembangan usaha pupuk kompos mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari desa binaan PT BPP berhasil memperoleh Purchase Order (PO) pupuk kompos dengan total pesanan mencapai 800 ton pada akhir Februari 2026 lalu.
Capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa usaha pupuk organik yang dikembangkan masyarakat desa mulai mendapatkan kepercayaan pasar dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.
Bagi BUMDes Mandiri Jaya Desa Simpang Bayat, pesanan tersebut merupakan PO kedua yang berhasil diperoleh. Sementara bagi BUMDes Laut Maju Mandiri Desa Mendis, pesanan tersebut menjadi PO pertama sejak unit usaha pupuk kompos mulai dikembangkan.
Keberhasilan ini disambut positif oleh pemerintah desa maupun pengurus BUMDes karena menjadi bukti bahwa produk pupuk kompos yang dihasilkan masyarakat memiliki kualitas yang mampu bersaing dan diterima oleh pasar.
BUMDes Mandiri Jaya Simpang Bayat sendiri telah berdiri berdasarkan Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2024 dan memiliki legalitas Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU-02697.AH.01.33 Tahun 2024. Unit usaha pupuk kompos yang dikembangkan sejak tahun 2023 tersebut kini memiliki kapasitas produksi mencapai sekitar 1.500 ton per bulan.
Sementara itu, BUMDes Laut Maju Mandiri Desa Mendis yang terbentuk pada tahun 2024 dengan legalitas Nomor AHU-00906.AH.01.33 Tahun 2024 saat ini memiliki kapasitas produksi sekitar 50 hingga 100 ton per bulan dan terus ditingkatkan seiring bertambahnya permintaan pasar.
Pengembangan usaha pupuk kompos di kedua desa tersebut berawal dari kegiatan studi banding ke kawasan Dataran Kempas yang difasilitasi PT BPP pada tahun 2023. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan desa-desa binaan dan membuka wawasan masyarakat mengenai peluang usaha pupuk organik berbasis potensi lokal. Dari kegiatan tersebut lahir komitmen desa untuk mengembangkan usaha pupuk kompos sebagai salah satu unit usaha strategis BUMDes.
Sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat, PT BPP tidak hanya memfasilitasi proses pembelajaran dan transfer pengetahuan, tetapi juga memberikan dukungan berupa bantuan peralatan produksi serta pendampingan dalam pemenuhan dokumen administrasi dan legalitas usaha. Langkah ini dilakukan agar BUMDes memiliki kapasitas yang memadai untuk membangun kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak secara profesional.
Dalam proses produksinya, pupuk kompos yang dihasilkan BUMDes memanfaatkan berbagai bahan organik yang tersedia di sekitar desa, seperti hijauan daun, pelepah sawit, limbah rumah tangga, dan kotoran ternak. Seluruh bahan tersebut difermentasi selama kurang lebih 21 hingga 30 hari hingga menghasilkan kompos matang dengan tekstur remah, berwarna hitam pekat, tidak berbau menyengat, serta telah melalui proses pengujian laboratorium untuk memastikan kualitasnya.
Ketua BUMDes Mandiri Jaya Simpang Bayat, Andrie, menyampaikan pihaknya siap membuka peluang kerja sama yang lebih luas guna mendukung pengembangan usaha pupuk kompos secara berkelanjutan.
“Kami berharap usaha ini tidak hanya berkembang di desa sendiri atau hanya mendapatkan pesanan dari PT BPP, tetapi juga mampu menjalin kemitraan dengan perusahaan lain, kelompok tani, maupun para pemangku kepentingan yang membutuhkan pupuk organik berkualitas. Kami berkomitmen menjaga kualitas dan kontinuitas produk agar usaha ini dapat terus berkembang serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan desa,” ungkapnya, Rabu (17/6).
Dari total pesanan yang diterima, hingga Juni 2026 kedua BUMDes telah berhasil memenuhi sebagian kebutuhan dan masih terus berproduksi untuk menyelesaikan target pesanan yang telah disepakati. Proses produksi yang terus berjalan menunjukkan komitmen BUMDes dalam menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus meningkatkan kapasitas usaha yang dimiliki.
Namun demikian, pengembangan usaha ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan tenaga kerja dan meningkatnya biaya bahan baku. Menurut Andrie, keberlanjutan usaha membutuhkan kepastian pasar agar BUMDes dapat melakukan perencanaan usaha dan kontrak penyediaan bahan baku secara lebih baik.
“Kami berharap PT BPP dapat membangun kerja sama jangka panjang melalui nota kesepahaman atau MoU sehingga terdapat kepastian kemitraan yang berkelanjutan. Hal ini penting karena BUMDes juga melakukan kontrak dengan pemasok bahan baku. Dengan adanya kepastian pasar, usaha yang telah kami bangun dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat desa,” tambahnya.
Tantangan serupa juga dirasakan oleh BUMDes Laut Maju Mandiri Desa Mendis. Selain menghadapi kenaikan harga bahan baku dan keterbatasan tenaga kerja, faktor cuaca juga menjadi perhatian dalam menjaga kualitas produk.
“Ini adalah PO pertama kami dan kami ingin menunjukkan bahwa BUMDes memiliki komitmen untuk memenuhinya dengan baik. Kendala yang kami hadapi beberapa waktu terakhir adalah curah hujan yang cukup tinggi. Kami khawatir kadar air dalam kompos meningkat sehingga tidak memenuhi standar saat dilakukan pengujian laboratorium. Karena itu kami menunggu kondisi cuaca yang lebih mendukung agar kualitas pupuk yang dikirim tetap sesuai standar dan tidak mengalami penolakan,” ungkap Supriyanto, pengurus BUMDes Laut Maju Mandiri Desa Mendis.
Bagi PT BPP, keberhasilan dua BUMDes dalam mengembangkan usaha pupuk kompos merupakan salah satu indikator keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.
Program ini tidak hanya mendorong lahirnya usaha produktif berbasis potensi lokal, tetapi juga memperkuat kelembagaan ekonomi desa agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
BUMDes Kembangkan diversifikasi Usaha
Selain mengembangkan unit usaha pupuk kompos, kedua BUMDes binaan PT BPP tersebut juga terus melakukan diversifikasi usaha sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi desa.
BUMDes Mandiri Jaya Simpang Bayat dan BUMDes Laut Maju Mandiri Desa Mendis saat ini turut mengelola sejumlah unit usaha lainnya yang berbasis pada potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Beberapa unit usaha yang telah dikembangkan antara lain usaha peternakan sapi, pengelolaan wisata embung desa, serta jasa penyewaan tenda yang melayani berbagai kegiatan masyarakat maupun kebutuhan acara di tingkat desa dan kecamatan. Diversifikasi usaha tersebut menjadi bagian dari upaya BUMDes untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu jenis usaha tertentu.
Bagi PT BPP, pengembangan berbagai unit usaha tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat kelembagaan ekonomi desa. Melalui pendekatan ini, BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai pengelola satu usaha produktif, tetapi berkembang menjadi lembaga ekonomi desa yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi lokal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Ke depan, PT BPP akan terus mendorong penguatan tata kelola usaha, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan jaringan kemitraan dan pemasaran bagi BUMDes.
Dengan dukungan tersebut, usaha pupuk kompos diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi desa yang mandiri, produktif, berdaya saing, dan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan, PT BPP meyakini bahwa desa tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mampu mengelola potensi lokal secara mandiri dan profesional. (**)

