Sabtu, Maret 2

DPRD Sumsel Respon Keluhan Petani

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Palembang, Akselnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel merespon keluhan petani terkait anjloknya gabah dan beras.

Komisi II DPRD Provinsi Sumsel, menggelar rapat bersama Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Bulog Kanwil Sumsel, PT. Sriwijaya Agro Industri, KTNA Sumsel, Serikat Tani Nelayan Sumsel serta Komite Reforma Agraria Sumsel, di Ruang Rapat Komisi II DPRD Provinsi Sumsel, Senin (22/03/2021).

Dalam rapat, anggota Komisi II DPRD Sumsel, Azmi Shofix SIP, meminta Bulog Sumsel untuk bekerjasama dengan BUMD Sumsel PT SAI. Selain itu, DPRD Sumsel juga berharap Bulog Sumsel dapat menyerap beras dari petani serta meminta kepada satgas Polda Sumsel dan tim sergap pertanian pusat untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan monopoli terhadap anjloknya harga gabah dan beras di tingkat petani.

Baca Juga:   Ini Nomor Urut Capres dan Cawapres pada Pemilu 2024

“Kita menyarankan kepada Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan dan Perum Bulog untuk segera melakukan rapat koordinasi bersama mitra kerja pengadaan di seluruh wilayah Sumatera Selatan untuk segera membuat MoU dalam kontrak kerjasama tentang penyerapan gabah dan beras,” kata Azmi.

Masih kata Azmi, menurut laporan masyarakat, di wilayah OKU Timur harga gabah sekitar Rp3.200, di Banyuasin dari Rp2.800 sampai dengan Rp3.200. Bahkan untuk beras secara globalnya di wilayah Sumatera Selatan antara Rp6.500 sampai dengan Rp7.000 per kilogram.

Menurutnya, sesuai standar HPP Bulog yang ditetapkan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020, untuk harga beras di gudang Bulog berkisar harga Rp8.300 rupiah.

Baca Juga:   DPRD Batu Bara Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-17

“Jadi itu kan masih terlalu jauh dari Rp6.500 hingga Rp7.000 ke Rp8.300 rupiah. Paling tidak petani itu masih menikmati di angka Rp7.300 atau Rp7.400. Nanti dari petani dibeli oleh penggilingan di angka Rp7.500 atau Rp7.600, kemudian dari penggilingan dijual ke Bulog dengan harga Rp8.300. Jadi petani itu sangat merasakan dampaknya,” ucap Azmi.

Sementara itu, Wakil Kepala Bulog Sumsel, Rahmat Sahjoni mejelaskan, bahwa pihaknya akan segera mengumpulkan beberapa mitra yang ada di Sumsel terkait komitmen yang akan dijalankan nantinya.

Baca Juga:   Penyanyi Pop Legend Sambangi Kediaman Hj Lucianty, Ada Apa?

“Yang kedua, kita akan menghubungi cabang-cabang yang menyerab beras dan gabah di lapangan,” ujarnya.

Dijelaskannya, hingga hari ini pihaknya mampu menyerap sebesar 8000 ton dan akan terus dilakukan peningkatan dalam penyerapan gabah dam beras tersebut.

“Kalau targetnya 80.000 ton kalau hingga akhir tahun. Tapi kalau untuk kebutuhan kita, InsyaAllah akan kita serap sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, untuk penyerapan besar itu sendiri, rencana akan disalurkan kepada ASN serta untuk daerah-daerah lain yang membutuhkan.

“Kalau nanti berasnya juga bagus, pastinya juga akan mengangkat nama baik Provinsi Sumsel dengan kualitas beras yang bagus,” katanya. (udi)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply