Rabu, Juni 3

Surplus, Beras Impor Bukan Buat Sumsel

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Palembang, Akselnews.com – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan jika Sumatera Selatan lumbung pangan, dengan hasil beras yang melimpah.

Oleh sebab itulah, adanya isu  pemerintah pusat untuk impor beras, itu bukan buat Sumsel. Diperkirakan daerah lain yang butuh beras impor itu, karena Sumsel hasil petani sudah melimpah.

“Pangan di Sumsel, kita (Sumsel-red) ini kan surplus. Mungkin persoalannya isu impor itu bukan untuk Sumsel, tapi mungkin untuk daerah-daerah lain yang berkebutuhan. Kalau untuk Sumsel, saya yakin kita tidak butuh impor,” kata Deru, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga:   Lakukan Ini, Pj Bupati Muba Apriyadi Dianugerahi Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan

Bukan tanpa alasan, jika melihat data Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH), Sumsel jelas memiliki produksi beras mencapai 2,7 juta ton pada 2020 lalu. Sehingga diyakini produksi beras Sumsel pada 2021 ini akan melebihi jumlah tersebut.

Belum lagi, Pemprov Sumsel baru saja mendengar kabar baik, jika dalam waktu dekat petani Sumsel di beberapa daerah akan melakukan panen raya.

Baca Juga:   Apel Pagi Awal Tahun 2023, Ini Pesan Bupati Zahir Kepada ASN Batu Bara

“Kita fasilitasi mereka alat mesin pertanian (Alsintan) dan sarana prasarana (Sarpras) penunjang lainnya,” ujarnya.

Sumsel sendiri tidak berada dalam kekurangan beras, tapi justru harga penjualan produksi (HPL) gabah kering giling (GKG), merosot yang berkisar Rp3.800 per kilogramnya.

Maka, atas keadaan tersebut Pemprov Sumsel menyurati Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo supaya menindak lanjuti dan memberikan solusi atas penurunan harga gabah tersebut. (udi)

Baca Juga:   Berikan Kemudahan Klaim JHT, BPJS Ketenagakerjaan Buka Layanan Prioritas di PT Sritex
Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply