Palembang, Akselnews.com – Ada hal yang menarik jelang berakhirnya penampilan dari 6 komite pada Sepekan Seni 2021, di Guns Caffe Palembang, Sabtu (13/3/2021). Dewan Kesenian Palembang (DKP), mendatangkan dua konten kreator asal Palembang yang sangat booming.
Yah, mereka adalah Igbal Kibol dan Juju Sikonyol. Dua pemuda yang berhasil dan bisa menjadi inspirasi bagi anak muda dalam menghasilkan kreasi yang positif.
“Di era digital, anak muda harus memanfaatkan gadget dan lainnya untuk berkreasi secara positif,” kata Ketua Komite Film, DKP Chrismadi Rahmawan.
Oleh karena itulah, ia sengaja menghadirkan kedua pemuda ini. Apalagi, film dan konten kreator sama-sama bergerak di bidang audio visual.
Dalam kesempatan itu, Konten Kreator Youtuber, Juju Onyol sama sekali tidak pelit unutk berbagi pengalaman dan ilmunya. Ia memulai dengan menceritakan awal dirinya terjun di dunia konten kreator sejak dari menduduki Sekolah Menengah Pertama (SMP), berawal melihat kakaknya yang sering memberikan kejutan ke pacarnya.
Pemilik akun Instagram Sikonyol tersebut menjelaskan, dirinya awalnya penulis Blogger dan stand up comedy, yang akhirnya mencoba konsep dari tulisan dan komedi menjadi sebuah video.
“Kalau konsep awal konten video, berasal dari keresahan pribadi yang dialami keresahan banyak orang,” tutur Juju.
Menurut Juju, kreativitas dan efektivitas bersosial media di generasi era digital, harus diikuti untuk bersosialisasi media secara kreatif, karena platform digital yang semakin tinggi pengguna, dapat dipakai untuk mengunduh video konten miliknya.
la melanjutkan, pengguna media sosial (Medsos) seperti YouTube dan Instagram semakin hari semakin tinggi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk berkreasi. Banyak contoh artis seperti Justin Bieber yang berawal dari YouTube dan sekarang bisa dikenal sedunia, di Indonesia ada penyanyi Raisya dan Isyana Saraspatih, yang juga berawal dari medsos
“Sangat disayangkan jika orang tidak mau berkreasi via medsos,” ucap Juju.
Juju menjelaskan, untuk kaum muda lebih bijak dalam kreasi, karena banyak sekali kreator yang ingin cepat viral, sehingga berdampak buruk baginya. Bahkan ditakutkan akan diikuti oleh konten kreator pemula. Seperti beberapa kejadian lalu, ada kreator membuat konten memberikan sembako dengan sampah.
“Maka jadilah kreator berkarya bukan kreator musiman,” tutup Juju.
Konten Kreator Instagram M. Igbal, mengungkapkan, dirinya tertarik membuat video berawal kelas 12 SMA, dimana pertama kali mengangkat tentang kejadian-kejadian di sekolah.
Kemudian, ketika ia tamat sekolah membuat konten video dari rumah, dengan mengajak keluarga serta mengajak anakanak disekitar perkampungan untuk menjadi aktornya.
Pemilik akun Instagram Igbal Kibul menuturkan, sosmed merupakan bagian dari hidup sebagai fungsi berinteraksi, bahkan di akhir ini sebagai tempat menunjukan kreatifitas bakat.
“Selain bakat kita juga bisa mengenalkan budaya Palembang, dengan membuat video berbahasa Palembang,” ujar Igbal.
Mahasiswa semester delapan ini, menyebutkan langkah untuk membuat video, pertama, Pre production dimana mencari ide dan membuat premis nya atau inti cerita yang dilanjut
Kemudian Production atau proses syuting, dimana merek harus menyiapkan semua alat syuting seperti alat perekam dan sebagainya. Ketiga ada, Post Production yaitu mengedit video yang sudah direkam serta mempublish di medsos.
“Buatlah video yang kreatif, walaupun itu hanya satu menit namum bisa menjelaskan isi dari video, yang pastinya menghibur dan mengedukasi,” pesan Igbal. (**)

