Jumat, Mei 1

Merdeka Belajar Tapi Tidak Kebablasan Ala OKU Timur

Pinterest LinkedIn Tumblr +

OKU Timur, AkselNews.com – Merdeka Belajar, sebuah program dari menteri pendidikan yang harus laksanakan, tapi tidak kebablasan. Guru tetap menentukan sehingga terbentuk suatu karakter dari siswa.

Hal itu disampaikan Bupati OKU Timur H. Lanosin, saat seminar Pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di Parai Tani Hotel Sabtu (14/05/2022).

Seminar dengan tema ‘Potensi Media Digital dalam mensukseskan kurikulum merdeka belajar di lingkungan Pendidikan’ dihadiri 400 Guru, Pengawas dan Kepala sekolah di lingkungan Pendidikan.

Baca Juga:   Gubernur Sumsel Resmikan Bank Mini dan Kartu Pelajar di SMK Negeri 1 Desa Mulya Jaya SP 3

Bupati H. Lanosin, menyampaikan, merdeka belajar menjadi prioritas, artinya secara positif dapat terbentuknya karakter yang baik bagi anak demi mencerdaskan bangsa dan negara.

Tapi ia menyampaikan, merdeka disini tidak boleh kebablasan dengan kata lain jangan bar-bar. Guru boleh menentukan apa yang diinginkan anak didik dan apa yang menjadi kompetensi anak dapat dikembangkan sehingga terbentuk suatu karakter.

“Secara teknis kemerdekaan belajar kearah yang benar kalau pun ini dapat dipenuhi dan dapat ditambahkan program merdeka pembelajaran,” harapnya.

Baca Juga:   Siswa Palembang Raih Medali Emas Olimpiade Nasional Matematika, Ilmu Pengetahuan dan Bahasa OMNIPASA 2023

Dilanjutkan Nara sumber Sekdin Disdikbud Dodi Purnama, merdeka belajar dipahami sebagai sebuah terobosan Menteri agar anak-anak tidak ketinggalan.

”Kalau dulu kurikulum 13 memfokuskan kepada sikap pengetahuan dan keterampilan dan harus tuntas, tapi kalau sekarang minat dan bakat ada dua komponen literasi dan numerasi, serta literasi bagaimana cara kita dalam memahami sebuah hubungan dengan numerasi,” sebutnya.

Menurutnya lagi, potensi anak perlu dipahami oleh guru selama melakukan pendekatan klasikal.

Baca Juga:   Bupati OKU Timur Hadiri Peresmian Masjid Al-Badar dan Ikut Melepas Danpuslatpur Kodiklatad

“Saya minta kepada kepala sekolah, pengawas, salah satu yang dilakukan sebelum melakukan perencanaan pembelajaran assessment diagnostik, yaitu kenali dulu siapa anak kita, ada berapa anak yang memiliki potensi tinggi, dan rendah, itu harus dipahami oleh guru sebagai awal merencanakan pembelajaran kurikulum,” pungkasnya. (ton)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply