Jumat, Agustus 19

Peringati Tahun Baru Islam, Ustadz Bitoh Purnomo Beberkan Sejarah Penentuan 1 Muharam

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Banyuasin, Akselnesw.com – Tahun baru islam atau 1 Muharam yang jatuh pada 30 Juli 2022 kemarin turut diperingati oleh pemkab Banyuasin.

Bertempat di perumahan villa bukit indah Rt .37 Rw. 16 masjid assyarif Villa bukit indah pangkalan balai Peringatan satu muharam ini dihadiri beberapa pejabat setempat mulai dari Wakil Bupati Banyuasin ,Hj ,Slamet sumosentono S.H, direktur PT Barnai utama sejahtera ,Syarifuddin hingga ustad kondang Banyuasin Bitoh Purnomo, LC ,MA.

Ustad Bitoh Purnomo yang ditunjuk sebagai pengisi tausiyah menerangkan tentang sejarah tahun baru islam yang sampai saat ini menjadi tradisi umat islam merayakannya.

Menurutnya dilihat dari sejarah asal usul Tahun baru Islam dimulai ketika seorang Gubernur Abu Musa Al-Asyari menuliskan surat yang diberikan kepada Khalifah Umar Bin Khatab RA.

Kepada pemimpin tersebut, Ia mengaku bingung perihal surat yang tidak memiliki tahun. Hal inilah yang menyulitkannya saat penyimpanan dokumen atau pengarsipan.

“Kondisi inilah yang mendasari dibuatnya kalender Islam, yang mana saat itu Umat Muslim masih mengadopsi peradaban Arab pra-Islam tanpa angka tahun, hanya sebatas bulan dan tanggal,”ujarnya, Selasa 2 Agustus 2022

Ustad Bitoh mencontohkan Rasulullah SAW yang menggunakan kalendar hijriyah sebagai penyempurnaan waktu. Misal saja, mengembalikan bulan menjadi 12 dan tidak memaju mundurkan bulan atau hari yang semestinya masyarakat jahiliyah ketika itu.

“Kenapa di sebut muharam salah satu bulan yang paling utama dalam kalender Islam adalah Muharram. Kata Muharam sendiri, berasal dari kata yang diharamkan atau dipantang dan dilarang. Ini bermakna pelarangan untuk melakukan peperangan atau pertumpahan darah, dan dianggap haram,”ungkapnya.

Menurutnya secara etimologis Muharam berarti bulan yang diutamakan dan dimuliakan.

“Makna bahasa ini memang tidak terlepas dari realitas empirik dan simbolik yang melekat pada bulan itu, karena Muharam sarat dengan berbagai peristiwa sejarah baik kenabian maupun kerasulan,”lanjutnya.

Muharam dengan demikian merupakan momentum sejarah yang sarat makna. Disebut demikian karena berbagai peristiwa penting dalam proses sejarah terakumulasi dalam bulan itu.

Awal mula penamaan Muharam dengan maknanya, didasari dengan kepercayaan jika bulan ini merupakan awal yang baru dalam setahun.

Permulaan tersebut, di masa hijrah merupakan masa peperangan. Dalam sejarah pun disebutkan, jika bulan ini merupakan waktu yang sangat ditaati, bahkan ketika di Arab tak pernah terjadi peperangan. (Arie idw)

Share.

Leave A Reply