Jumat, Agustus 19

Dompet Dhuafa Sumsel Bangun Kampung Jamur, Berdayakan Warga Miskin Perkotaan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Palembang, AkselNews.com – Dompet Dhuafa Sumsel sedang proses membuat kumbung atau rumah untuk membudidayakan jamur di Kampung Sungai Pedado Keramasan Kota Palembang, Minggu (31/7/2022).

Jamur Tiram (pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan yang akan dibudidaya, umumnya berwarna putih dapat dibudidayakan dan telah dikenal di masyarakat. Jamur ini merupakan jenis jamur kayu yang bisa di budidayakan melalui media tanam atau disebut baglog dan mampu tumbuh diberbagai jenis kayu sebagai bahan utama dalam pembuatan baglog.

Salah satu sumber daya alam hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan adalah jamur tiram. Jamur tiram adalah salah satu jamur pangan dengan jenis jamur yang biasa dijadikan bahan makanan, bisa berupa produk hasil budi daya atau panen dari alam dan memiliki cita rasa yang enak.

Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi dan kemanusiaan yang bergerak untuk pemberdayaan umat (Empowering People) dan kemanusiaan. Pemberdayaannya bergulir melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf), serta dana sosial lainnya yang terkelola secara modern dan amanah.

Pembuatan rumah budidaya jamur di Kampung Sungai Pedado Keramasan  Palembang.

Tim Dompet Dhuafa Sumsel melakukan assesment ke salah satu lokasi penerima manfaat di Kampung Sungai Pedado Keramasan Kota Palembang untuk pembangunan kampung jamur binaan Dompet Dhuafa Sumsel.

Saat ini sedang dalam proses pembuatan kumbung atau rumah untuk membudidayakan jamur yang dimulai pengerjaan secara swadaya oleh masyarakat penerima manfaat pada Minggu (31/7/2022).

“Program kampung jamur ini akan menjadi salahsatu fokus kami di tahun 2022 ini. Akan ada 10 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat dan semoga menjadi alternatif penguatan ekonomi berbasis kearifan dan potensi lokal.” ungkap Desta, selaku pelaksana program ekonomi Dompet Dhuafa Sumsel. (rel)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply