Sekayu, AkselNews.com – Pelaku UMKM di Kabupaten Musi Banyuasin tengah berbahagia, karena baru saja menerima bantuan Usaha kepada pelaku UMKM berupa program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Bantuan Usaha ini diserahkan di di ruang Auditorium Pemkab Muba, Rabu (06/09/2023), tepat saat Pembukaan Roadshow Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan di 17 Kabupaten/kota se Provinsi Sumsel tahun 2023 di Musi Banyuasin.
Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Muba Drs Safaruddin MSi, Kabiro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel Hengki Putrawan, analisis kemitraan pemerintah daerah OJK kantor regional 7 Sumbagsel Vina Juliastine, Kepala KPPN Sekayu Ahmad Fauzi, Pj kepala tim implementasi Kekda Bank Indonesia Prov Sumsel M Ardian, dan diikuti Pelaku UMKM, TP PKK Muba.
Dikatakan Asisten administrasi umum Setda Muba Drs Safaruddin MSi, tim TPAKD merupakan forum koordinasi antara instansi dan pemangku kepentingan untuk percepatan akses keuangan di daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemkab Muba berharap melalui program yang diusung dalam program kerja tim percepatan akses keuangan daerah Pemkab Muba dapat mendorong pertumbuhan sektor usaha UMKM dengan adanya relaksasi KUR ini tentunya mampu tumbuh dan berkembang. Ini merupakan langkah kongkrit dan wujud komitmen dalam mendorong pengembangan UMKM Muba agar lebih maju, mandiri serta perkembangan di era digitalisasi,” terangnya.
Safaruddin juga berpesan agar para peserta agar dapat mengikuti sosialisasi TPAKD ini dengan sungguh-sungguh mengingat sangat penting terkait percepatan pengelolaan keuangan daerah.
“Kita ada 4 program TPAKD di Kabupaten Muba sudah dan Alhamdulillah 3 program sudah mencapai target yaitu KUR, Asuransi Petani, asuransi sapi. Dan tinggal satu Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) yang belum tercapai. Pemkab juga terus tekan inflasi, dan saat ini kita juga harus hati-hati El Nino sedang mengancam,” tandasnya.
Kabiro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel Hengki Putrawan mengatakan melalui literasi dan inklusi keuangan, tentunya akan memberikan manfaat dalam hal penguatan ekonomi mikro dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dengan cara pemberdayaan potensi usaha ekonomi produktif, Kehadiran TPAKD ini dapat terus berperan meningkatkan kesamaan hak dalam akses keuangan bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga, lanjutnya bertujuan untuk mendorong penguatan fungsi TPAKD dalam mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam mengefektifkan kelancaran akses dan distribusi keuangan daerah agar semua program pembangunan yang bersifat pemberdayaan potensi perekonomian di tingkat daerah berjalan stabil dan terus berkembang.
“TPAKD bersama stakeholders dan OPD terkait, memiliki misi utama adalah menyediakan media saluran yang akan mengoptimalkan koordinasi antar lembaga pemerintahan serta pemangku kepentingan lainnya guna membuka akses kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses sektor jasa keuangan yang seluas-luasnya dalam rangka akselerasi pertumbuhan ekonomi di daerah,” pungkasnya. (Rizal)

