Palembang, Akselnews.com – Lantaran tingginya nilai Passing Grade (PG) seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru, membuat kebutuhan guru di Bumi Sriwijaya FC masih tetap tinggi.
Palembang yang tadinya membutuhkan 4.000 guru, membuka kuota P3K 500, tapi nyatanya kursi ini masih banyak yang kosong. Otomatis kebutuhan guru di Palembang masih berkisar 3.500 lebih.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto mengakui, jika banyak keluhan para honorer. Peserta tes P3K banyak tidak lulus PG dan otomatis langsung tidak lulus, otomatis kuota P3K sekitar 500 orang itu tidak terpenuhi.
Tadinya, pihaknya berharap dari 4.000 kebutuhan guru di Kota Palembang saat ini. Jika kuota P3K terpenuhi 500 orang, artinya tersisa 3.500 lagi kebutuhan guru. Tapi, ternyata kuota yang dibuka pun banyak tak terisi karena menurut guru honorer ini, passing greade yang tinggi.
Banyaknya kuota P3K awalnya untuk mengurangi jumlah honorer di Kota Palembang. Namun, dengan banyaknya yang tidak lulus, tujuan tersebut tidak tercapai.
“Sebelumnya kita sudah koordinasi untuk meningkatkan apirmasi untuk usia ditingkatkan, berhasil, tapi untuk PG tidak bisa,” katanya.
Oleh sebab itulah, jalan satu-satunya guru honorer ini bisa mampu meningkatkan kemampuannya, supaya saat tiba waktunya tes bisa dilewati dengan nilai terpenuhi. (yud)