Kamis, Februari 9

Dua Metode Atasi Dampak Ilegal Drilling di Sungai Dawas Musi Banyuasin

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Muba, AkselNews.com – Ilegal Drilling di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, membuat Sungai Dawas tercemar. Guna mengurangi dampak buruk, Pemkab Muba bersama lintas institusi yakni TNI/Polri, Senin (5/12/2022) menyisir dan melakukan bersih-bersih.

Tim gabungan, melakukan operasinya dengan menggunakan perahu karet dengan peralatan safety lengkap.

Dua metode yang digunakan untuk membersihkan Sungai Dawas, Muba, yaitu dengan menyemprotkan oil spill dispersant dan dengan memasang oil boom.

Baca Juga:   Dua Bulan Jabat Pj Bupati Muba, Apriyadi Berhasil Atasi Keluhan Warga

“Kegiatan bersih bersih ini akan memakan waktu 5-7 hari. Jadi kami keroyokan, sesuai arahan pak Bupati Apriyadi sungai Dawas ini harus segera dibersihkan dari limbah minyak akibat aktifitas ilegal drilling,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba, Andi Wijaya Busro SH MHum.

Andi menyebutkan, dari hasil penyusuran di sungai memang ditemukan tumpahan minyak di sepanjang alur Sungai Dawas dan di pinggiran sungai yang menempel di tanaman yang berada di pinggir sungai.

Baca Juga:   Gubernur Sumsel Buka-bukaan Alasan Datang pada Perlombaan Memancing

“Minyak yang berhasil dipisahkan akan diangkat dan dimasukkan ke wadah atau bak penampung,” terangnya.

“Kita juga dibantu oleh Medco E&P Indonesia, Medco E&P Grissik, Ltd. Dan Pertamina Field Ramba sebagai pelaksana teknis dan dibantu juga dengan personil dan peralatan dari BPBD dan DLH Kabupaten Muba dan melibatkan ±20 orang personil,” tambah Andi.

Sementara itu, Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud menerangkan kegiatan pembersihan Sungai Dawas tersebut akan masif dilakukan hingga dipastikan minyak tumpahan akibat aktifitas ilegal Drilling tidak lagi mencemari sungai.

Baca Juga:   Gubenur Sumsel Herman Deru Minta HIPMI Garap Potensi Desa

“Setelah dibersihkan, akan dilakukan uji sample lagi guna memastikan benar-benar sungai tidak tercemar lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan kegiatan edukasi dan bakti sosial untuk warga terdampak, yaitu Desa Talang Baru sebanyak 60 KK dan bantuan kepada dua orang pengemin sungai dengan nilai bantuan sebesar Rp20.000.000, dan Rp15.000.000. (zal)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply