Pagar Alam, AkselNews.com – Sejumlah penyanyi ibu kota bakal hadir di tengah peserta diskusi literasi digital di Alun-alun Selatan Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (29/6) malam, mulai pukul 18.30 WIB. Selain menghibur peserta, kehadiran Dodhy Kangen Band, Syahriadi D’Academy 5, pedangdut Riecha Monicha, dan musisi Tri Suaka itu sekaligus menjadi pembicara tamu dalam seminar yang dibarengkan dengan kegiatan Besemah Expo 2024.
Diskusi literasi digital yang digelar secara luring (offline) untuk kelompok masyarakat (komunitas) itu sendiri merupakan bagian dari rangkaian program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) yang dilaksanakan di sejumlah provinsi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).
”Kali ini, diskusi diselenggarakan ’chip in’ di acara Besemah Expo 2024, dalam rangka memperingati HUT ke-23 Kota Pagar Alam, bekerja sama dengan komunitas pemuda setempat,” tulis Kemkominfo dalam rilis kepada awak media, Jumat (28/6).
Mengusung tema ”Menjadi Netizen yang Bijak dalam Bermedia Sosial”, diskusi akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah musisi Tri Aji Suaka, Runner Up IV Putri Indonesia 2019 Helvanda, Kapolres Pagar Alam AKBP Erwan Aras Genda, dan Hafiz Ramadhan selaku moderator.
”Untuk bisa mengikuti diskusi dan hiburan gratis ini, silakan mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftarankomunitaspagaralam0629. Ada banyak doorprize yang akan dibagikan di acara ini, siapa tahu Anda beruntung,” terang Kemkominfo dalam rilis.
Diskusi dalam format talkshow tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi literasi digital kepada anak muda agar lebih cerdas dan bijak di era digital.
Selain diskusi, peringatan HUT Kota Pagar Alam ini juga diisi dengan berbagai pameran yang diikuti oleh instansi pemerintah, Industri Kecil Menengah (IKM), dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Pagar Alam.
”Di samping sosialisasi program pemerintah, penyelenggaraan Besemah Expo 2024 bertujuan untuk promosi produk IKM dan UKM, menarik investor, promosi pariwisata, sarana rekreasi dan hiburan rakyat, serta sosialisasi literasi digital,” urai Kemkominfo.
Terkait tema diskusi, Kemkominfo menjelaskan, menjadi netizen atau warganet yang bijak di media sosial berarti terlibat secara bertanggung jawab, etis, dan bijaksana. Hal ini mencakup menghormati pendapat orang lain, menghindari kata-kata kasar, dan mempraktikkan kebaikan dalam interaksi.
”Netizen yang bijak akan mengevaluasi informasi secara kritis sebelum membagikannya. Mereka berkontribusi positif terhadap komunitas online dengan berbagi konten konstruktif dan mendukung orang lain, serta melindungi informasi pribadi dan memahami pengaturan privasi sangat penting untuk menjaga keamanan,” jelas Kemkominfo.
Selain itu, lanjut Kemkominfo, netizen yang bijaksana akan bertanggung jawab atas tindakan mereka, mematuhi hukum dan standar etika, dan terus berupaya meningkatkan literasi digital dan pemahaman mereka tentang dinamika media sosial.
Diskusi dan konser musik ini rencananya akan dihadiri oleh sejumlah komunitas masyarakat di wilayah Pagar Alam. Di antaranya, Komunitas Trail Adventure, Himpunan Pariwisata Indonesia, Komunitas UMKM Dapur Rizig Pagar Alam, Komite Ekonomi Kreatif, Komunitas UMKM Aniasi, dan masyarakat Pagar Alam dan sekitarnya.
Untuk diketahui, diskusi luring seperti digelar di Pagar Alam ini berada di bawah naungan program besar: Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). GNLD digelar sebagai salah satu upaya Kemkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Sampai dengan akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemkominfo.
Menurut Kemkominfo, kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.
Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik berurutan menjadi 73,7 persen (2020), 77,01 persen (2022), dan 78,19 persen (2023),” urai Kemkominfo.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (**)
