Jakarta, AkselNews.com – ASEAN Public Relations Network (APRN), berkolaborasi dengan International Leadearship Association dan Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, menggelar International Leadership Workshop, di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall, Kampus B, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Jakarta, Senin (06/06/2022).
Konferensi diawali dengan sambutan dari Taufan Teguh Akbari, Ph.D selaku Vice Rector III LSPR Communication and Business Institute dan Chairman of LSPR Centre for Leadership.
Diikuti dengan sambutan dari Dr. (H.C.). Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, selaku President of ASEAN PR Network dan CEO & Founder of LSPR Communication and Business Institute. Professor Mike Hardy CMG OBE FRSA, selaku Chair of International Leadership Association & Founding Director of the Centre for Trust, Peace and Social Relations, Coventry University, UK, turut datang sebagai pembicara terkemuka. Prof. Mike menyampaikan materi yang penuh wawasan dan menginspirasi dalam topik ‘Sustainability in the Digital Age’ dan diikuti dengan studi kasus, dimana peserta dapat ikut berdiskusi satu sama lain. Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M. Phil., M.A., CBE, selaku Ketua Dewan Pers dan Former Rector of Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta juga datang menghadiri dan menyampaikan pemikiran yang menginspirasi mengenai kepemimpinan di Indonesia.
International Leadership Workshop di penuhi dengan banyak peserta, mulai dari Manajemen dan Dosen sampai Mahasiswa/i Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR. Seluruh peserta juga ikut aktif mengikuti sesi studi kasus yang dibawakan oleh Prof. Mike Hardy.
Prita Kemal Gani mengatakan, seorang pemimpin tidak dilahirkan begitu saja. Untuk menjadi seorang pemimpin, harus di bangun sejak kecil.
“Menjadi seorang pemimpin kita harus belajar untuk bertanggung jawab, sabar, konsisten dan berkomitmen, tepat waktu, akurat dan akuntabel dan menjadi yang terbaik juga selalu menghasilkan pekerjaan yang baik,” katanya dalam press release yang diterima AkselNews.com.
“Ketika membutuhkan seseorang untuk dipercaya dan dapat diandalkan sebagai mama, papa, teman untuk dapat memberikan saran dan mengawasi apa yang susah kita lihat dan juga sebagai tempat bersandar, pada saat itu kita membutuhkan seorang pemimpin,” tambahnya.
Tidak hanya itu, catatan penting lainnya juga disampaikan oleh Professor Mike Hardy dimana beliau mengatakan, sebagai bagian dari makhluk sosial, kerusakan yang terjadi pada planet juga termasuk pada aspek kemanusiaan.
Masyarakat telah mempraktikkan berbagai pendekatan kepemimpinan selama ribuan tahun: situasional, maupun inklusif, kepemimpinan yang melayani, kepemimpinan transformasional, dan holokrasi.
“Selain sumber daya alam, kita juga membutuhkan sumber daya alami, sosial, manusia dan sumber ekonomi. Keberlanjutan bukan hanya dalam ruang lingkup lingkungan, tetapi juga kepedulian terhadap keadilan sosial dan pembangunan ekonomi,” katanya.
Prof. Azra menambahkan, kepemimpinan dengan identitas asli bangsa Indonesia harus terlihat di mata global. Dengan menyampaikan tentang kekuatan yang dimiliki oleh Indonesia untuk bisa bersaing terutama dalam konteks perekonomian, perkembangan teknologi, pengelolaan sumber daya manusia, dan lain-lain.
Salah informasi, kebohongan dan kebencian menjadi tantang Indonesia terutama dalam hal media. Meskipun sulit, saya optimis bahwa literasi media Indonesia bisa berkembang kearah yang lebih baik. Usia produktif atau yang lebih dikenal sebagai millennials mempunyai peranan penting dalam membentuk opini.
Prof. Azra juga melanjutkan, media sosial adalah hidup pedang bermata dua. Generasi muda Indonesia harus bisa lebih bijak.
Peran pemuda untuk memperbaiki kualitas media massa di Indonesia dapat diungkapkan melalui gagasan tulisan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dengan kepintaran, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.
Hati nurani dan karakter yang baik, mempunyai tanggung jawab sosial, dan peduli lingkungan menjadi satu dari banyak kemampuan yang harus dimiliki generasi muda, generasi muda juga harus mulai mengasah menulis untuk mengasah sistem berpikir.
Selain itu, Workshop ini merupakan salah satu rangkaian acara setelah International Leadership Association (ILA) Asia Pacific sukses diluncurkan di Bali, 4 Juni 2022. Pada, Kamis, 27 Mei 2022 LSPR juga berhasil meluncurkan LSPR Centre for Leadership (LSCL), yang mempunyai peranan mengembangkan serta meningkatkan hari ini dan esok hari seorang pemimpin terutama kepada kapabilitas kepemimpinan seorang mahasiswa. (rel)
