Sabtu, April 25

Ratu Dewa Berharap Palembang Tetap Gelar Piala Dunia U-20 Pasca Tragedi Kanjuruhan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Palembang, Akselnews.com – Pasca tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) lalu, banyak bebeberapa pihak yang khawatir terhadap sanksi yang dijatuhkan FIFA terhadap kanca sepakbola Indonesia.

Salah satunya yakni akan berdampak buruk pada even Piala Dunia U-20 yang dimana Palembang sendiri ditunjuk menjadi tuan rumah hajatan sepakbola dunia tersebut.

Hal ini tentu akan menjadi pukulan besar bagi semua pihak terlebih beberapa sarana seperti stadion dan rumput telah jauh jauh hari dipersiapkan hingga direnovasi demi menunjang event Piala Dunia U-20 itu terlaksana di bumi Sriwijaya.

Baca Juga:   Seleksi Pemain Timnas U-17 Sumbagsel, Ketum PSSI: Kita Ingin Lihat Siapa Pahlawan Kita Dimasa Depan

Sekretaris Darah (Sekda) Palembang Ratu Dewa mengatakan pasca tragedi Kanjuruhan, ia berharap tidak mengganggu pelaksanaan Piala Dunia U20

“Kami berharap FIFA selaku otoritas sepak bola dunia bisa mempertimbangkan upaya persiapan matang yang sudah dilakukan oleh Palembang, apalagi beberapa fasilitas sudah hampir rampung baik di Stadion Utama GSJ dan stadion Bumi Sriwijaya,”ujar Ratu Dewa, Rabu (5/10/2022).

Lanjut pria yang juga menjabat sebagai Presiden PS Palembang ini, kecemasan atas sanksi FIFA terhadap keberlangsungan Piala Dunia U-20 juga dirasakan beberapa otoritas daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah.

Baca Juga:   Balap Liar Menjamur, Drag Bike dan Drag Race di Palembang Diikuti 600 Pembalap

“Tentunya yang kita inginkan terkait masalah ini FIFA bisa mempertimbangkan persiapan panjang pemerintah pusat-daerah, Namun kami juga menerima dan memaklumi keputusan FIFA, dan juga turut berduka cita atas tragedi di ini. Semoga keluarga dan kerabat korban mendapatkan ketabahan,”bebernya.

Seperti diketahui buntut dari tragedi Kanjuruhan yang membuat ratusan nyawa melayang pada Sabtu (1/10/2022) lalu menambah rentetan panjang tragedi kelam sepakbola tanah Air.

Menyikapi tragedi ini Presiden Joko Widodo memerintahkan agar seluruh aktivitas Liga Indonesia resmi dihentikan sementara.

Baik itu Liga 1, Liga 2 maupun liga 3 sampai orang nomor satu di Indonesia tersebut menyatakan sudah dinormalisasi lagi berdasarkan hasil Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Baca Juga:   Puluhan Pelatih Badminton Sumsel Ambil Sertifikat BWF

Keputusan itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD yang juga Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.

TGIPF sendiri menurut Mahfud akan bekerja lebih kurang dengan masa waktu dua minggu ke depan. (Nis)

 

Share.

Leave A Reply