Kamis, April 30

Tempat Pembuatan Madu Oplosan di Palembang Digerebek Polisi

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Palembang, AkselNews.com – Tempat pembuatan madu oplosan di Lorong Kemang, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang, Kamis (19/5/2022) sekitar pukul 13.30 WIB, digerebek Satuan Reskrim Polrestabes Palembang.

Henky Fadly (33), warga Jalan PDAM, Lorong Swadaya,  Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang, yang menjadi pemilik tempat diamankan polisi.

Paharudin (45), warga Lorong Kemang, Kecamatan IB II, Palembang, juga ikut diamankan karena membantunya memproduksi madu oplosan.

Bersama Henky dan Paharudin, aparat juga mengamankan barang bukti berupa cairan madu, carang madu, susu SKM, penyedap rasa, soda kue, tepung tapioka, sejumlah derigen madu yang telah dioplos, dan susu bubuk.

Baca Juga:   Ajakan Balikkan Ditolak, Dicky Sebar Video Syur Mantan Pacar

“Benar, Unit Ranmor berhasil mengamankan dua orang, mereka ini modusnya membuat madu yang diperjual belikan yang sudah dioploskan. Madu aslinya 10 hingga 5 persen, yang dicampur bahan-bahan lainnya,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi, Sabtu (21/5/2022), di ruang kerjanya.

Tindakan pelaku, bertentangan dengan Undang Undang Kesehatan, pangan, apalagi madu yang mereka produksi tidak memiliki BPOM, izin Depkes, informasi kadarluarsa suatu barang.

Baca Juga:   Dian, Kepergok Embat Dua Handphone Tetangganya Sendiri

Madu oplosan ini sudah menyebar atau dikirim ke Jambi, Bengkulu, dan Lampung, dengan harga perkilo Rp25.000. Setiap harinya memprduksi 5 kwintal madu oplosan.

Atas perbuatannya tersebut, keduannya terjerat pasal 62 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 huruf D dan F UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dan juga pasal 140 Junto pasal 86 ayat 2 Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukum 5 tahun penjara.

Baca Juga:   Reskrim Polsek Indrapura Ringkus Dua Kawanan Pemuja Sabu

Sementara itu, Hengky mengaku kalau sudah menjalani bisnis ini selama delapan bulan, menghasilkan uang perbulan Rp5 juta.

“Tidak besar keuntungan, cukup untuk makan sehari-hari saja. Kami mengolah madu ini belajar secara otodidak,” katanya sambil tertunduk. (den)

Share.

About Author

Redaksi Situs Berita AkselNews.com.

Leave A Reply