Banyuasin, AkselNews.com – Aksi unjuk rasa yang terjadi di depan kantor DPRD Banyuasin Kamis (2/11/2023) disebut bikin kegaduhan.
Aksi tersebut menyoroti permasalahan terkait kapasitas adik Pj Bupati Banyuasin, yang kemudian berbuntut demonstrasi. Pasca aksi itu, berbagai komentar berdatangan, salah satunya konflik kepentingan yang disengaja. Beberapa peserta aksi juga dianggap kurang memahami permasalahan dan tuntutan yang diajukan.
Aktivis Kabupaten Banyuasin, Nachung Tajudin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap aksi tersebut. Ia menyatakan bahwa aksi ini terlihat sebagai upaya menciptakan konflik kepentingan dan bahwa beberapa peserta aksi mungkin tidak sepenuhnya memahami tuntutan yang diajukan.
Nachung berpendapat, sebagai aktivis dalam demokrasi, seharusnya tujuannya adalah mencerdaskan dan memberikan edukasi kepada masyarakat, bukan sebaliknya. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa ada peserta aksi yang mungkin terlibat dengan motif tertentu. Nachung berharap agar masyarakat ke depan bisa lebih bijak dalam menyikapi setiap permasalahan.
Aktivis terkemuka dari Sumatera Selatan (Sumsel), Hardaya, memberikan apresiasi mendukung gerakan kontrol sosial yang semakin berkembang di kalangan rekan-rekannya.
Baginya, kontrol sosial memiliki peran penting dalam memastikan pembenahan dapat terlaksana, yang pada akhirnya menghasilkan pemerintahan yang baik (Good Government).
Kontrol sosial bukan hanya tentang pengawasan internal, tetapi juga bisa melibatkan konsep Directed Contact Change. Hal ini mengacu pada kemungkinan perubahan yang dibawa oleh pihak luar dengan tujuan membawa ide atau cara baru. Dalam konteks Kabupaten Banyuasin, perubahan ini tentu ditujukan untuk meningkatkan kemaslahatan masyarakat setempat.
Hardaya mengungkapkan kebanggaannya atas semangat masyarakat yang masih peduli dan mencintai Bumi Sedulang Setung, daerah yang mereka tinggali. Ia berharap agar semua yang terlibat dalam gerakan kontrol sosial bisa terinspirasi oleh jejak langkah aktivis sahabatnya di Banyuasin dan menerapkan ide-ide positif tersebut.
Meskipun begitu, Hardaya juga berharap agar teman-teman dalam gerakan kontrol sosial dan masyarakat secara keseluruhan mendukung program kerja Pj Bupati Banyuasin, H. Hani Syopiar Rustam, dalam melanjutkan dan menuntaskan program-program yang telah dicanangkan oleh pendahulunya, H. Askolani.
Dengan dukungan dan inovasi dari para sahabat dan rekan-rekan setianya, Pj Bupati H. Hani Syopiar Rustam diharapkan dapat menciptakan terobosan-terobosan baru yang akan berkontribusi pada kemakmuran masyarakat Kabupaten Banyuasin.
Dengan semangat ini, mereka bersama-sama berusaha menciptakan pemerintahan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan perkembangan daerah. (Arie id)

