Palembang, AkselNews.com ā Terhentinya Liga 2, membuat Sriwijaya FC telan kerugian. Guna menekan kerugian lebih besar, libur diberikan pada manajemen.
Menurut Dirtek PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Indrayadi, alasan pihaknya memilih membubarkan tim, salah satunya adanya pembengkakan cost (biaya) akibat ketidakjelasan kompetisi Liga 2.
“Kalau ditanya kerugian, tentu ada pembengkakan cost, artinya durasi kontrak pemain dengan PT SOM itu kan kita hitung 8 bulan, di bulan Juli 2022 sudah kita kontrak, dan di bulan Februari 2023 mestinya kompetisi sudah selesai,” tuturnya
Namun kata Indrayadi dengan mundurnya satu bulan ini, otomatis nilai kontrak pemain juga harus ditambah sehingga apabila tak meliburkan pemain tentu akan menjadi kerugian klub.
“Artinya kalau durasi kompetisi ini molor, tentu akan menambah cost kita. Makanya kalau kita liburkan, ini sedikit meringankan dan menghemat klub,”jelasnya.
Untuk itu, Manajemen eks pelatih Kiper SriwijayaĀ FC mengatakan sudah selayaknya menjadi kewajiban PSSI memikirkan subsidi klub.
“Saya pikir PSSI setidaknya memikirkan subsidi untuk klub. Ini menjadi kewajiban PSSI sebagai wadah dari seluruh klub di Indonesia,” tutupnya. (zal)

